[v3..jangan cerewet dunks!!!]

Anti Oksidan vs Radikal Bebas

Apa sih antioksidan itu?

Antioksidan merupakan sebutan untuk zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Yang termasuk ke dalam golongan zat ini antara lain vitamin, polipenol, karotin dan mineral. Secara alami, zat ini sangat besar peranannya pada manusia untuk mencegah terjadinya penyakit. Antioksidan melakukan semua itu dengan cara menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas.

Lalu, apa itu radikal bebas?

Radikal bebas sebenarnya berasal dari molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat dari aktifitas lingkungan. Aktifitas lingkungan yang dapat memunculkan radikal bebas antara lain radiasi, polusi, merokok dan lain sebagainya. Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Pencurian ini jika berhasil akan merusak sel dan DNA tersebut. Dapat dibayangkan jika radikal bebas banyak beredar maka akan banyak pula sel yang rusak. Sialnya, kerusakan yang ditimbulkan dapat menyebabkan sel tersebut menjadi tidak stabil yang berpotensi menyebabkan proses penuaan dan kanker.

Bagaimana antioksidan memerangi radikal bebas?

Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA. Proses yang terjadi sebenarnya sangat komplek tapi secara sederhana dapat dilukiskan seperti itu.

Penyakit apa saja yang berhubungan dengan radikal bebas?

Beberapa penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas. Diantaranya, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, pikun, katarak dan penurunan fungsi kognitif. Proses penuaan dini juga berhubungan dengan radikal bebas. Antioksidan dipercaya mampu untuk mencegah beberapa penyakit ini.

Darimana sumber antioksidan?

Antioksidan bisa dengan mudah kita dapatkan dari makanan. Sayangnya banyak yang tidak mengetahui bahwa makanan tersebut banyak mengandung antioksidan sehingga mereka membeli suplemen antioksidan yang harganya cukup mahal. Beberapa contoh makanan sumber antioksidan antara lain :

  • Vitamin A : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.
  • Vitamin C : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stowberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk kepruk, bayam, tomat dan nanas.
  • Vitamin E : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, seral.
  • Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna merah, tomat, rumput laut.
  • Polipenol : Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.

berry

Sekarang anda tahu bahwa makanan yang sebenarnya sudah sering kita makan sehari-hari ternyata mengandung antioksidan yang diperlukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. Jadi, sudahkah anda makan BUAH DAN SAYUR hari ini?

Ditulis ulang dari selebaran yang didapatkan pada pengajian rutin Rektorat UII oleh Joko Winarno, SST Seorang Ahli Gizi RSU Dr. Sarjito Yogyakarta. Semoga Bermanfaat.

October 14th, 2010 at 10:06 am


4 Responses to “Anti Oksidan vs Radikal Bebas”

  1. Air Purifying Bulb Says:

    [...] Anti Oksidan vs Radikal Bebas | Fitria [...]

  2. Samba/Rahis Says:

    Makasih Artikelnya. Sangat bermanfaat.

  3. Yudi Says:

    Thanks banget, sangat bermanfaat. tolong munculkan artikel yang lainnya yg bermanfaat bagi orang lain, semoga membalasnya amal baik sdri.

  4. Otje S Says:

    Terima kasih. Artikelnya sangat informatif.

    Bisa tolong dijelaskan lebih rinci, apakah radikal bebas itu berasal dari molekul oksigen yang kemudian terpisah menjadi 2 atom oksigen yang jumlah elektronnya tidak lagi sama dengan jumlah neutron atau bagaimana?

    Terima kasih

Leave a Reply

*